Sebetulnya Apa sih Enaknya Hoby Menjadi Penulis itu?

Sebetulnya Apa sih Enaknya Hoby Menjadi Penulis itu

Sebetulnya apa sih enaknya menjadi penulis itu? Tak jarang pertanyaan ini sering kali muncul di kepala kita. Bahkan kerap kali menjadi bahan diskusi dalam acara seminar bertema kepenulisan. Ini jenis pertanyaan yang wajar ditanyakan, terutama bagi mereka yang ingin menekuni dunia menulis.

Profesi sebagai penulis saat ini semakin diimpikan banyak orang, termasuk para generasi muda negeri ini. Memang profesi sebagai penulis terlihat enak dan menyenangkan. Lihat saja para penulis terkenal seperti Andrea Hirata atau Raditya Dika. Tak hanya popularitas yang mereka peroleh, materi berlimpahpun mereka dapat.

Menurut beberapa penulis terkenal mengatakan bahwa profesi menulis itu enak dalam banyak hal. Simak beberapa keuntungan yang di dapat ketika menjadi penulis.

Enaknya menjadi penulis dilihat dari segi materi

Sumber pendapatan pastinya menjadi faktor penting dalam sebuah pekerjaan meski bukan menjadi faktor utamanya. Begitu juga profesi penulis. Ada beberapa sumber pendapatan yang didapatkan seorang penulis, dua sumber utamanya adalah honorium dan royalti.

Honorium didapat ketika karya penulis dimuat di media baik online maupun digital. Sedangkan royalti diperoleh ketika seorang penullis dapat menerbitkan buku dan laku terjual. Semakin banyak buku yang diterbitkan dan laku tejual maka semakin banyak royalti yang akan didapatkan, enak bukan, serasa seperti tak bekerja namun terus dibayar.

Selain dua sumber utama, seorang penulis yang sudah terkenal kerap kali diundang dalam seminar kepenulisan. Tak jarang juga menjadi pemateri dalam kelas penulisan dan bintang tamu dalam berbagai acara lainnya. Biasanya tarif mereka dihitung berdasarkan jam tatap muka yang dilakukan.

Bisa dibayangkan uang yang didapat seorang penulis jika undangan menjadi pemateri datang silih berganti dan buku karyanya menjadi best seller dan cetak untuk kesekian kali.
Enaknya menjadi penulis dilihat dari sistem kerjanya

Pertama penulis merupakan pekerjaan yang tak memeperlukan banyak alat untuk bekerja. Bahkan hanya bermodalkan Smartphone Anda tetap bisa bekerja. Apalagi di era digital super cangih seperti saat ini. Teknologi yang ditawarkan telepon pintar dengan berbagai fitur dan berbagai macam aplikasi yang akan menunjang pekerjaan Anda sebagai seorang penulis. Mudah, ringkes dan praktis bukan.

Selain tak memerlukan banyak alat, seorang penulis bisa bekerja dimana saja. Bisa bekerja di kafe, kamar, terminal dan banyak tempat lainya. Tak ada batasan tempat untuk bekerja. Sembari rebahan pun anda tetap bisa menulis dan berpenghasilan.

Selanjutnya menjadi penulis anda tak perlu berinteraksi dengan banyak orang. Jika Anda tipikal orang yang tak bisa basa-basi atau memulai pembicaraan dan tak suka bertemu dengan banyak orang, menjadi penulis adalah profesi yang tepat untuk Anda.

Enaknya menjadi penulis dilihat dari segi mental

menjadi seorang penulis dapat memelihara kesehatan mental. Sudah banyak penelitian mengatakan bahwa menulis adalah salah satu cara terapi paling efektif untuk memelihara kesehatan metal. Dengan menulis anda dapat mengungkapkan dan melampiaskan perasaan kesal ataupun bahagia yang sedang anda rasakan.

Ini diyakini dapat menjadi salah satu obat stress yang murah dan bisa menghasilkan uang ketika tulisan anda dimuat media atau menjadi buku. Kesal saja bisa jadi uang, apalagi bahagia.
Selain kesehatan mental yang tetap terpelihara, enaknya menjadi penulis adalah tetap bisa berbagi.

Berkarya dalam kepenulisan berarti membagikan pemikiran, ide, imajinasi dan kreativitas kepada orang lain. Hal ini merupakan kepuasan tersendiri bagi seorang penulis. Ketika hasi karyanya menjadi bermanfaat untuk orang lain. Bukankah sebaik-baiknya orang adalah mereka yang bermanfaat untuk orang lain.

Banyak keuntungan yang akan diperoleh ketika berprofesi sebagai penulis. Keuntungan secara materi, fleksibiltas dalam bekerja, serta kesehatan jiwa yang terpelihara. Ditambah lagi menjadi penulis berpotensi menjadi orang terkenal yang akan selalu dikenang karna karyanya.

Karena menulis adalah bekerja untuk keabadian (Pramoedya Ananta Toer). Sekarang sudah tahu apa enaknya menjadi penulis, apakah anada tertarik?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *