Sikap Kaula Muda Dalam Menggunakan Gadget dan Sosial Media

Sikap Kaula Muda Dalam Menggunakan Gadget dan Sosial Media

Dewasa ini,kita sering mendengar kabar buruk dari anak anak muda bangsa yang terjerat dengan kasus tawuran,miras dan narkoba.Hal ini mencerminkan betapa bobrok nya integritas para pemuda di negri ini dan kurang nya edukasi dari pihak orang tua, Rata rata para pemuda yang terjerat dengan kasus kasus seperti ini mengaku terinfluence oleh film dan tayangan tayangan di sosial media serta lingkungan yang kurang mendukung.

Gadget yang beredar luas dikalangan masyarakat ternyata tidak sepenuh nya berdampak positif bagi penggunanya.Terutama pada kalangan remaja,hal ini justru mendefinisikan bahwasannya gadget tidaklah layak untuk diberikan kepada kalangan remaja atau anak dibawah umur.Konten dewasa yang terpapar tanpa pembatasan,semakin memudahkan kalangan remaja dan anak anak dibawah umur untuk menjerumuskan dirinya sendiri dalam liang kejahatan.

Tindak asusila dan kriminalitas yang terjadi pada remaja membuat kita semakin bertanya tanya,”siapa yang sebenarnya harus disalahkan?” Solusi dari pemerintah ternyata tidak bisa mengakhiri permasalahan,terjunnya KPI dalam ranah sosial media justru menuai banyak kritikan.Lalu bagaimana kita mencari titik temunya?

Gadget dan akses sosial media sebenarnya adalah bentuk kecerdasaan manusia pada abad ini,terlepas dari keburukan yang ada pada gadget dan sosial media,mereka berdua memiliki banyak nilai nilai positif di dalam nya.Jika semata mata kita meninggalkan gadget dan sosial media dengan alasan mencari aman dari keterjerumusan hal negatif,maka kita akan mati ditelan zaman dan kebodohan.

Langkah awal untuk menghindari pengaruh negatif gadget dan sosial media adalah dengan bersikap dewasa ketika menggunakan nya.Langkah kedua adalah membimbing dan mengedukasi orang orang terdekat kita dalam menggunakan gadget atau sosial media,seperti anak anak dan kerabat kita khusus nya yang masih berada di fase remaja dan anak anak di bawah umur. Hal ini menjadi sangat penting karena dengan ada nya bimbingan dari kita,para remaja dan anak anak akandi bawah umur akan merasa lebih diperhatikan sehingga akan menumbuhkan rasa empati dan chemistry antar anak dan orang tua.

Ketika hal ini sudah terbangun dengan baik,maka anak anak akan cenderung berhati hati dan berfikir terlebih dahulu ketika menggunakan gadget dan sosial media.Dilihat dari sudut siko pandang sikologis, anak yang memiliki kedekatan dengan orang tua, cenderung taat kepada apa yang dikatakan oleh orang tua nya.Jika sudah seperti ini,maka kita bisa beranjak ke langkah ketiga yaitu memberikan kebebasaan berekspresi kepada anak.

Tentunya orang tua juga tetap melakukan pengawasaan agar anak anak tidak semena mena berekspresi dalam menggunakan gadget san sosial media,meskipun pada tahap ini orang tua sudah memberikan kelonggaran. Ketika langkah langkah ini berhasil dilaksanakan,maka akan tumbuh prinsip di dalam diri anak anak dan akan lebih dewasa dalam menggunakan gadget dan sosial media.Dengan itu,dampak negatif sosial media bisa lebih diminimalisir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *